PURA LUHUR MEKORI, TABANAN

Bali yang memang terkenal dengan julukan Pulau Seribu Pura memang memiliki ribuan pura yang terdapat di berbagai sudut dan dengan mudah kita temui bangunan pura itu. Bahkan disetiap rumah warga terdapat satu purang yang merupakan pura keluarga tersebut, di dalam masyarakat Bali pura ini disebut Merajan atau Sanggah. Selain pura yang terdapat di setiap perumahan, ada pula pura yang ditujukan untuk masyarakat umum yang artinya siapa saja boleh datang dan melakukan persembahyangan di pura tersebut.

Beberapa pura yang menjadi tempat persembahyangan masyarakat umum tersebut juga dijadikan sebagai area pariwisata, namun wisatawan tentunya tidak sembarangan dapat memasuki pura-pura tersebut. Ada batasan-batasan, sampai mana saja boleh dimasuki wisatawan dan ada juga aturan untuk memasuki pura.

Salah satu pura yang juga menjadi destinasi pariwisata adalah Pura Luhur Mekori terletak di tengah hutan mekori yang dihuni oleh ratusan monyet di desa Belimbing, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Selain keberadaan pura di desa ini, pemandangan alam berupa hamparan persawahan juga sangat memukau, hawa yang sejuk, sehingga desa Belimbing juga termasuk desa wisata di Bali.

Hutan di sekeliling pura juga dijaga dan dilestarikan dengan baik, karena kepercayaan warga mengenai kesakralan kawasan hutan yang diyakini dijaga beberapa makhluk halus seperti kera putih, harimau hitam dan naga loreng. Keyakinan ini membuat tidak ada yang berani merusak kawasan ini.

Sebelum beranjak ke pura utama terdapat juga pelinggih yang terdapat dipinggir jalan, yang hampir selalu ramai terutama yang kebetulan lewat melintasi kawasan ini. Begitu juga ketika kita hendak sembahyang ke Pura luhur, kita wajib bersembahyang di pura ini terlebih dahulu, di pelinggih ini terdapat 2 patung harimau yang diyakini sebagai pengawal Ida Batara yang beristana di pelinggih ini.

Pura ini termasuk penyungsungan jagat untuk kemakmuran. Terdapat banyak pelinggih di setiap bagian pura. Piodalan atau pujawali di pura Mekori ini jatuh Rabu Kliwon Wuku Gumbreg, tepatnya 35 hari menjelang hari raya Galungan.

bipan 12112014 (3)Selain pada hari piodalan pura ini juga ramai dikunjungi ketika hari raya Saraswati, terutama oleh pelajar yang berasal dari berbagai sekolah.
Dimana mereka datang berbondong-bondong untuk bersembahyang setelah melaksanakan persembahyangan di sekolah masing-masing. Pelajar ini umumnya dari kalangan SMP dan SMA yang sekolahnya berada di dekat pura Mekori ini.

Jika anda melewati jalur Desa Belimbing, tidak ada salahnya anda mampir di pura Mekori ini. Selain untuk bersembahyang, anda juga bisa sekedar beristirahat di sekitar pura Mekori, karena di sekitar pura juga terdapat beberapa warung yang dapat anda singgahi.

Advertisements
PURA LUHUR MEKORI, TABANAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s